Selamat datang Tamu 

Tampil/Sembunyikan Tajuk

Selamat datang tamu, menulis di forum ini memerlukan pendaftaran.





Halaman: [1]
Penulis Topik:SEJARAH PERKEMBANGAN BUDDHISME DI INDONESIA
irsaddul
Eka
Tulisan: 1
Tulisan SEJARAH PERKEMBANGAN BUDDHISME DI INDONESIA
di: June 13, 2015, 17:35

Telah 64 th semenjak kehadiran Y.Meter. Bhikkhu Narada Thera dari Sri Lanka kepada 1934, sampai tumbangnya Orde Baru kepada thn 1998. Perkembangan Agama Buddha di Indonesia konsisten mengalami dinamika. Berdasarkan Tubuh Pusat Statistik th 2005 Departemen Agama Republik Indonesia, jumlah umat Buddha di Indonesia berjumlah 2.242.833 orang. Jumlah ini belum termasuk juga umat Buddha yg terdapat di pelosok-pelosok daerah.

Berkembangnya fasilitas komunikasi seperti internet ikut mempengaruhi perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Factor ini ditandai dgn munculnya situs-situs (web) bernuansa Buddhis berbahasa Indonesia.

Meski kepada periode reformasi ini perkembangan Agama Buddha di Indonesia dapat dikatakan lebih baik jikalau di bandingkan bersama masa-masa pada awal mulanya, tetapi bukan berarti tak mempunyai permasalahan. Adanya globalisasi, & munculnya aliran-aliran maupun agama baru didunia pun harga motor mempengaruhi perkembangan Agama Buddha di Indonesia. Tidak Hanya itu, umat Buddha Indonesia serta dihadapi oleh kemelut yg tak kunjung selesai yg berjalan dalam Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI).

Pembubaran Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Lama)
Kemelut yg berkepanjangan yg melibatkan Sangha Gede Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia, & WALUBI, konsisten berlanjut hingga menjelang akhir th 1998.

Kepada tanggal 20 Agustus 1998 ditandatangani Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia dgn menempa Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Baru) bersama wujud federasi & memegang prinsip Non Intervensi. Sekian Banyak pihak mencurigai adanya rekayasa dibalik Konsensus Nasional Umat Buddha Indonesia yg diselenggarakan oleh WALUBI yg disaat itu kepemimpinannya berada ditangan Siti Hartati Murdaya.

Pembentukan WALUBI-Baru memunculkan pertanyaan akbar bagai tidak sedikit kalangan. Biasanya, pembentukan sebuah organisasi atau dinas baru yg terdiri dari anggota-anggota lama semestinya didahului apalagi lalu bersama pembekuan & pembubaran organisasi atau Instansi yg lama.

Baru selanjutnya kepada 6 Nopember 1998 Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Baru) mengadakan MUNAS Kusus bersama agenda pembubaran Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Lama). Oleh sekian banyak kalangan, pembubaran WALUBI-Lama dianggap sudah menyalahi AD/ART WALUBI-Lama.

Kelihatannya, bersama dibubarkannya Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Lama), tak menciptakan perbaikan yg berarti dalam badan organisasi Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Baru). & bersama dikeluarkannya Sangha Gede Indonesia dari WALUBI-Lama, sehingga WALUBI-Baru cuma tinggal mempunyai dua Sangha, yakni Sangha Theravada Indonesia (STI) & Sangha Mahayana Indonesia (SMI).

Tetapi, tak lama sesudah WALUBI-Lama dibubarkan, Sangha Theravada Indonesia & Sangha Mahayana Indonesia yg berpendapat telah tak ada lagi wadah yg mengikat, hasilnya dengan dgn Sangha Besar Indonesia mengadakan jumpa & mencetak Konferensi Besar Sangha Indonesia (KASI).

Waktu Ini WALUBI-Baru tak lagi mempunyai Instansi Sangha yg dengan cara historis yakni Sangha Indonesia yg sudah mengayomi umat Buddha Indonesia sejak kemunculan kembali Sangha di Indonesia kepada thn 1959. Yg tertinggal dalam WALUBI-Baru yaitu pribadi-pribadi anggota sangha harga mobil terbaru yg tak tergabung dalam Instansi Sangha manapun. Dalam perkembangan setelah itu, WALUBI-Baru mulai sejak merekrut pribadi-pribadi anggota Sangha baik dari dalam ataupun dari luar negara & mencetak Instansi yg selanjutnya diklaim sbg Instansi sangha dalam WALUBI-Baru. Perekrutan pribadi-pribadi anggota Sangha dari luar negara dinyatakan oleh sekian banyak pihak yang merupakan pelanggaran atas prinsip non intervensi & pelanggaran kepada Biaya Basic WALUBI-Baru Pasal 21.

Tidak Cuma merekrut pribadi-pribadi anggota sangha, WALUBI-Baru pun sejak mulai merangkul aliran-aliran kontroversial termasuk juga merangkul kembali Nichiren Shoshu Indonesia (NSI) yg terhadap tanggal 10 Juli 1987 sudah dikeluarkan dari keanggotaan WALUBI-Lama.

Konferensi Besar Sangha Indonesia (KASI)
Dgn dibubarkannya Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Lama), sehingga tak ada lagi Dinas Sangha yg menghimpun sangha-sangha yg ada di Indonesia. Oleh dikarenakan itu, kepada tanggal 14 Nopember 1998 berdirilah Konferensi Besar Sangha Indonesia (KASI), atas prakarsa para Ketua Sangha yg ada di Indonesia.

Naskah berdirinya KASI ditandatangani dgn oleh :
Y.Meter. Bhiksu Dharmasagaro Mahasthavira : Ketua Sangha Mahayana Indonesia
Y.Meter. Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera : Ketua Sangha Theravadha Indonesia
Y.Meter. Bhiksu Arya Maitri Mahasthavira : Wakil Ketua Sangha Akbar Indonesia

Y.Meter. Bhiksu Prajnavira Mahasthavira yg terpilih yang merupakan Sekjen KASI.

KASI yaitu Perhimpunan Sangha-Sangha (persaudaraan para bhikkhu.bhiksu) dalam sebuah persidangan (konferensi) Gede, dgn berpedoman terhadap Kitab Suci Agama Buddha (Tripitaka Pali, Mahayana, Tibet/kanjur), Instansi ini sbg pengambilan ketetapan berpedoman Dhamma (Dhammaniyoga). Walau KASI adalah Perhimpunan Sangha-Sangha yg anggota pengurusnya yakni para bhikkhu/bhiksu, tetapi KASI serta masih harga motor terbaru melibatkan umat awam sbg pembantu para sangha.

Kepada hri Rabu tanggal 4 Agustus 1999 pukul 14.00, Konferensi Besar Sangha Indonesia (KASI) beserta pimpinan majelis-majelis Agama Buddha yg terkait dgn KASI bakal berjumpa bersama Menteri Agama, Prof. Drs. Malik Fadjar, MSc. Majelis-majelis Agama Buddha yg terkait dgn KASI ialah Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Majelis Agama Buddha Mahayana Indonesia (MAJABUMI), Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI), & Majelis Agama Buddha Tridharma Indonesia.

Dalam peluang itu KASI melaporkan pada Menteri Agama bahwa sesudah Perwalian Umat Buddha Indonesia (WALUBI-Lama) dibubarkan terhadap tanggal 6 Nopember 1998, sehingga kepada tanggal 14 Nopember 1998 ke3 Sangha yg ada di Indonesia, yakni : Sangha Akbar Indonesia, Sangha Theravada Indonesia, & Sangha Mahayana Indonesia sudah berhimpun dalam wadah independen Konferensi Besar Sangha Indonesia (KASI).

Menurut Kitab Suci Tripitaka, Sangha & umat perumah-tangga adalah group yg berdiri masing-masing. Kedatangan Sangha yakni wajib hukumnya, sedangkan kedatangan organisasi awam (umat perumah-tangga) memang lah dipuji, tapi bukan keharusan. Organisasi awam boleh diubah atau mungkin saja dibubarkan & ditukar baru, tapi Sangha mesti dipertahankan keberadaannya dgn segala keputusan Vinaya sama seperti tersebut dalam Kitab Suci Tipitaka/Tripitaka.

Dalam jumpa bersama Menteri Agama, pun dilaporkan sekian banyak gerakan KASI, antara lain : mengikuti Rapat Kerja II Komite Eksekutif VI World Buddhist Sangha Council (WBSC) di Sri Lanka terhadap tanggal 17-22 April 1999 & mengadakan Waisak Dengan Se-Sumatera Utara di Medan. Pimpinan World Buddhist Sangha Council (WBSC) menyongsong bersama gembira terbentuknya KASI, sekaligus pun mengangkat Y.Meter. Bhikkhu Ashin Jinarakkhita Maha Nayaka Sthavira (76 th, bhikkhu pelopor kebangkitan Agama Buddha di Indonesia) sbg Wakil Presiden WBSC.

KASI sbg organisasi resmi umat Buddha tertuang dalam surat bernomor 455.5/1204 yg ditandatangani PLH Dirjen Sosial & Politik Departemen Dalam Negara RI, Drs H Ragam. Dgn begitu KASI patut mewakili umat Buddha dalam forum apa pula.

Dgn berdirinya KASI sehingga waktu ini umat Buddha Indonesia mempunyai Instansi ulama yg sejajar bersama lembaga-lembaga ulama dalam agama lain di mana kepengurusannya berada di tangan para ulama seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) dari agama Islam, Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dari Katolik, Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) dari Kristen.

Sepertinya kedatangan KASI tidaklah mulus. Kedatangan KASI mendapat guncangan lewat upaya-upaya tak sehat dari oknum pemimpin WALUBI-Baru. Guncangan mula-mula ialah dgn mencetak Dewan Sangha Walubi yg mengusahakan jadi tandingan KASI, Dewan Sangha Walubi tersebut terdiri dari pribadi harga motor nmax-pribadi anggota sangha yg tak tergabung dalam Dinas Sangha manapun & para pribadi bhikkhu/bhiksu masyarakat negeri asing (WNA) yg sengaja didatangkan dari Thailand, Amerika Serikat, & lain-lain. Ke-2 lewat siaran pers WALUBI-Baru meminta para bhikkhu/bhiksu senior yg tergabung dalam Konferensi Gede Sangha Indonesia (KASI) buat lepas jubah (kembali jadi umat awam) & menuding para bhikkhu/bhiksu tersebut juga sebagai bhikkhu/bhiksu liar. Ke-3 merupakan pernah mempengaruhi Dirjen Bimas Hindu & Buddha maka terbitlah surat No. H/BA.04.1/452/IV/99/RHS tanggal 19 April 1999 yg menyebut tak lagi mendidik KASI beserta SAI / SAGIN & MBI.

Dgn adanya upaya-upaya tersebut di atas, sehingga timbullah konflik antar anggota WALUBI-Baru dgn umat supporter KASI. Konflik antara WALUBI-Baru bersama umat suporter KASI ini menciptakan sebahagian umat Buddha Indonesia kebingungan & memunculkan perpecahan dikalangan umat. Silat lidah diberbagai fasilitas hingga tindakan berunjuk rasa mewarnai konflik WALUBI-Baru dgn KASI yg dimulai kepada pertengahan thn 1999.

Posisi KASI sebagi Instansi Ulama Agama Buddha jadi makin kuat semenjak pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yg terjadi terhadap 20 Oktober 1999 hingga terhadap 23 Juli 2001. Dukungan Gus Dur terhadap KASI tercermin dalam keikutsertaan Ia sbg tamu undangan dalam harga mobil jazz tiap-tiap program keagamaan yg diselenggarakan oleh KASI, termasuk juga dalam tiap-tiap perayaan Waisak. Sebaliknya, WALUBI-Baru tak meraih dukungan dari Presiden Republik Indonesia ke-4 tersebut.

Seiring dgn berjalannya dikala, konflik antara WALUBI-Baru bersama KASI sejak mulai mendingin. Meski begitu sisa-sisa konflik tetap tersisa.

Terhadap periode pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada thn 2005 menjelang perayaan Waisak 2549, atas peran pemerintah yang merupakan mediator, sudah berjalan kesepakatan dengan antara KASI bersama WALUBI-Baru tentang perayaan Waisak Nasional di Candi Borobudur. Serasi kesepakatan dengan, perayaan Waisak Nasional di Candi Borobudur penyelengaranya dapat dilakukan dengan cara bergantingan antara KASI dgn WALUBI-Baru.

Kepada th 2006 utk perdana kalinya KASI menyelenggarakan Waisak Nasional di pelataran Candi Borobudur.

Halaman: [1]
Forum Mingle by cartpauj
Versi: 1.0.31 ; Halaman dimuat dalam: 0.02 detik