MAGABUDHI_Semarang, 26 Mei 2016 Dengan pemikiran bahwa keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa serta semangat dan perilaku kebangsaan dalam kehidupan beragama terwujud beragam dalam satu kesatuan sosial budaya, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Jateng bekerjasama dengan PW Nayatul Aisiyah Jateng menyelenggarakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan pemuda dengan nama “Pesan Damai Dari Langit”. Hal ini juga dilandasi pemikiran bahwa pemuda adalah penerus perjuangan bangsa yang perlu dibekali semangat kebersamaan dan toleransi, saling menghormati dan tenggang rasa antar umat beragama serta membangun mental dan akhlak generasi muda. Pemuda yang menjadi pelopor penerus bangsa diharapkan mampu memahami perbedaan agama yang ada di negara Indonesia ini dan mampu menciptakan kedamaian di negara ini. Pandita D. Henry Basuki yang diminta sebagai salahsatu pembicara dalam kegiatan ini pertama menggaris bawahi pola pikir perpecahan yang masih demikian kuat dalam masyarakat sebagai pola pikir yang ditanamkan oleh penjajah. Pola pikir demikian wajib disadari bahwa merugikan kehidupan berbangsa dan bernegara, olehkarena itu perlu tekad untuk melenyapkannya, karena pada dasarnya warisan luhur nenekmoyang kita adalah toleransi, saling menghargai, bahkan malu berbuat semena-mena. Diuraikan pula sifat buruk lobha dosa dan moha wajib dikikis serta sifat baik metta, karuna, mudita dan upekha wajib terus dikembangkan dan dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Cara mempraktekannya perlu ada tekad yang dimulai dari diri sendiri. Selanjutnya dijelaskan bahwa perbedaan keyakinan perlu disikapi dengan juga mengerti keyakinan pihak lain. Keyakinan dalam beragama merupakan hak azasi dan dilindungi oleh Undang undang. Perbedaan keyakinan wajib ditoleransi, kebersamaan bermasyarakat wajib kita terima dengan penuh kerukunan. Dengan demikian kita bisa memahami nilai setiap agama untuk mewujudkan persatuan. Dua pembicara lainnya adalah Prof. Dr. Yayah Khisbiyah, MA, Ketua Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Muhammadiyah serta Drs Tafsir Mag. Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah. Acara yang berlangsung pada Kamis 26 Mei 2016 di Aula SMK 6 (SMK Kesejahteran Keluarga dan Pariwisata) diikuti oleh lebih 100 personil dari komunitas pemuda se Jateng, sementara komunitas agama Buddha yang hadir Sumirat dan Meimei dari Hikmahbudi. Pada kesempatan ini Pandita D. Henry Basuki mengucapkan terimakasih pada Prof Yayah Khisbiyah yang khusus memperhatikan dan membantu aktivitas Hikmahbudhi.

PP MAGABUDHIBeritaMAGABUDHI_Semarang, 26 Mei 2016 Dengan pemikiran bahwa keanekaragaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekayaan dan keindahan bangsa serta semangat dan perilaku kebangsaan dalam kehidupan beragama terwujud beragam dalam satu kesatuan sosial budaya, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Jateng bekerjasama dengan PW Nayatul Aisiyah Jateng menyelenggarakan pembinaan keimanan dan ketaqwaan...Tulus Mengabdi Tiada Henti