081312351976 ppmagabudhi@yahoo.com

MAGABUDHI_ Semarang, 18 Mei 2014


Sebagaimana yang terjadi setiap tahun, pada hari Minggu setelah Hari Waisak umat Buddha, kerabat dan para relasi datang ke rumah Pandita D. Henry Basuki untuk menyampaikan ucapan Selamat Waisak. Pada Waisak 2558 ini, kunjungan dilaksanakan pada Minggu, 18 Mei 2014 pagi hingga siang hari.


Sebagai kata sambutan atas kedatangan para tamu, Pandita D. Henry Basuki menyampaikan rasa terharu atas kecintaan para kerabat yang mewujudkan rasa persaudaraan sejati. Hal ini terwujud dengan kehadiran tamu dari berbagai agama maupun ethnis, demikian juga berbagai usia yang bermudita cita ikut merayakan Hari Waisak 2558 ini. Pertemuan ini dalam bahasa Jawa seolah “nglumpukake balung pisah” (mengumpulkan tulang yang terpisah). Yang hadir merasa bertemu saudara sendiri dalam keakraban, diwarnai dalam suasana hari raya.


Pada awal pertemuan Pastor Budi Purnomo Pr menyampaikan terjemahan teks Pesan Waisak 2558 Dewan Kepausan Untuk Dialog Antaragama dari Vatikan yang ditandatangani oleh Jean Louis Cardinal Tauran selaku Ketua dan Pastor Muguel Angel Ayuso Guixot, MCCJ selaku Sekretaris..

Pesan tersebut sempat dibacakan oleh Romo Budi Purnomo dihadapan hadirin. Pandita D. Henry Basuki yang menerima teks termaksud menyampaikan terima kasih dan ia berjanji akan menyampaikan pada istitusi agama Buddha.

Demikian juga pada kesempatan ini ada penyerahan buku Krisis Dunia Dan Jalan Menuju Perdamaiaoleh Mubaliq Arief Syafi’ie kepada Pandita D. Henry Basuki, Pastor Aloys Budi Purnomo dan Pendeta Gunarto.


Acara disemarakkan dengan pembacaan kidung Jawa (macapat) yang isinya khusus menyampaikan ucapan serta pujian Hari Raya Waisak 2558. Tak ketinggalan dibacakan seloka “Bhinneka Tunggal Ika” yang merupakan pemersatu bangsa Indonesia.


Hadir secara pribadi dalam acara ini para pemuka agama Islam, antara lain Ustad H. Ahmad Safi’ie & Haji Mulyono yang merupakan pengurus PITI, pemuka agama Kristen a.l. Pendeta Gunarto, Pendeta Wipropradipto, pemuka agama Katolik Romo Budi Purnomo disertai beberapa aktivis Gereja Kebondalem. Dari agama Hindu a.l. Ibu S. Rahayu Dewa dan Ibu Wayan Sukarya, dari agama Konghucu a.l. Ibu Ayu & Lukito serta dari Penghayat Kepercayaan a.l. Ibu Lies. Tampak banyak hadir juga generasi muda dari Pondok Damai (lintas agama) serta Hikmahbudhi.(Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia) Lembaga Budaya Jawa Swagotra Budaya Nusantara dibawah pimpinan RM DR Drs Setyadji Pantjawijaya membawa oleh-oleh berupa pitutur serta pengangungan Hari Waisak dalam puisi Jawa panembrama dan macapatan. Juga banyak personil penggerak lintas budaya Bhinneka Swa Budaya Nusantara. Dari kalangan akademisi a.l. hadir pakar Hukum Prof DR Widanti SH (Unika Soegiyapranata) dan pakar sejarah Prof DR Djuliati Soerojo (Undip)


Peristiwa ini diberitakan oleh Harian WAWASAN edisi tanggal 19 Mei 2014.